بسم الله الرحمن الرحيم

herstory...

just another stories about girl who's trapped in me

Apa Kabar, Sahabatku?

By 12:09 PM


Apa kabar kamu sekarang bumiku?
Kudengar banyak yang ingin kamu ceritakan?
Seperti banyaknya air langit yang jatuh saking rindunya pada tanah.

Apa kabarmu bumiku?
Aku mendengar kamu sering menangis bahagia
Merasakan tubuhmu yang indah terkena tetesan darah para syuhada
Merasakan setiap tetes peluh mereka yang selalu berjuang mempertahankan tanahnya dari kaum itu

Apa kabar bumiku hari ini?
Ku dengar kamu juga sering menangis sedih karena kamu menyaksikan banyak orang yang lapar
Kurus kering tinggal tulang
Hidup penuh kepayahan
Sedangkan di belahan bumi mu yang lain, banyak orang-orang tamak tertawa
Tanpa kamu sanggup menelan mereka, padahal kamu ingin.

Apa kabar bumiku?
Aku selalu merindukan ceritamu
Tentang Somalia, Ethiopia, dan Negara-negara saudaranya
Sebuah Negara yang ternyata ada
Sebuah Negara yang para jahannam itu bilang dunia ketiga
Padahal bukankah kita hidup di tubuh yang sama?
Di tubuh yang bernama bumi.
Ditubuhmu

Apa kabar bumiku sekarang?
Aku sering mendengar rintihan kesakitanmu
Karena kamu tidak rela tubuhmu ditapaki oleh orang-orang itu
Orang yang selalu menciptakan permusuhan
Orang yang tamak tanpa memikirkan keberadaan manusia lain
Orang yang menzalimimu
Orang yang berusaha memutar peradaban dengan rotasi berlawanan
Orang yang menyekutukan penciptamu
Pencipta kita
Apa benar bumiku?
Kudengar juga bahwa persahabatanmu dengan matahari yang rusak
Gara-gara makhluk yang harusnya jadi khalifah di muka bumi
Gara-gara manusia
Gara-gara kaumku
Sehingga kamu harus menanggung akibatnya, akan serangan matahari yang membuat tanahmu pecah merekah
Sampai-sampai manusia merasakan juga
Bahkan ada sebagian yang mencercamu
Yang bilang ozon mu payah tidak dapat menyaring lagi tembakan uv nya
Padahal itu akibat ulah kaumku juga kan?
Kaum yang harusnya jadi Khalifah

Apa kabar bumiku sekarang?
Ketika Allah menyuruhmu untuk mengguncangkan sedikit bagian tubuhmu di Sumatera, Yogya, Tasik..
Di derah negaraku.
Apa yang kamu rasakan saat menerima perintah itu?
Apakah kamu sedih?
Atau bahagia karena memang saudaraku setanah air itu pantas mendapatkannya?
Ada apa dengan negaraku?
Apakah Tuhan kita sedang murka pada negaraku?
Apakah aku termasuk dalam murka-Nya?

Apa kabarmu saat ini bumiku?
Apa kau masih bisa tersenyum untuk melihatku berjuang?
mungkin aku memang tidak dapat serta merta merubah semuanya
mungkin hanya sejengkal perubahan dalam setiap tubuhmu yang kupijak
perubahan yang awalnya tidak seberapa
Mungkin hanya aku dan sedikit teman-temanku
Yang tidak hanya ingin membuat tempat ini lebih nyaman, tapi juga melakukan suatu perbuatan
Tapi mengertilah, orang-orang pilihan itu sedikit..
Mungkin sangat sedikit orang yang mencintaimu, dan lebih lebih lebih mencintai pencipta kita
Dari umat manusia, tidak semuanya menyeru tuhan itu satu
Dari yang menyeru tidak banyak yang mengamalkan
Dari yang mengamalkan tidak banyak yang belajar
Dari yang belajar, tidak banyak yang berpikir
Dari yang berpikir tidak banyak yang peduli
Tidak banyak yang berbuat lebih.
Akhirnya hanya tinggal kami ini. Orang yang tidak banyak

Apa kabar bumiku?
Maaf aku terus menanyakan ini, padahal aku tau
Kamu sedang tidak baik-baik saja.



Untuk Bumi, planet terindah yang Allah ciptakan diantara lingkaran tata surya.
saputri09

You Might Also Like

0 comments