بسم الله الرحمن الرحيم

herstory...

just another stories about girl who's trapped in me

anak anak bumi

By 12:32 PM , , ,

lagi lagi di jalan itu, saya sibuk menghindari anak-anak kecil yang berlarian tak kenal arah. seperti monster monster kecil di game rip3 yang suka saya mainkan. bedanya mereka bukan monster, tapi hanya anak anak kecil yang berlarian, entah mengejar apa. mungkin mengejar temannya yang mengompas es krim yang baru dibelinya, atau mengejar mimpi yang telah mereka gantungkan di paku-paku langit.
mimpi? aku bahkan tidak yakin mereka memilikinya.


ya, mereka hanya anak anak. saya pernah menjadi sekecil mereka. dimana setiap bangun pagi, yang saya ingat hanya main.
di waktu yang lain, ketika saya ke warnet dan lagi ngeprint, saya ngintip ngintip apa yang sedang dibuka bocah sd botak ini. awalnya hanya cheat game. tapi kemudian mereka googling gambar dengan keyword "jupe seksi"
MasyaAllah.

oke. mereka hanya anak anak. mereka tidak tau apa apa. mereka hanya ingin bermain dan bersenang senang. mencari tahu hal sebanyak banyaknya tak peduli hal itu bagus atau tidak.
ya, mereka hanya anak kecil. dan saya tidak bisa menyalahkan mereka atas kodratnya.

peradaban terus berjalan dengan ketidakberadabannya.

mereka hanya korban doktrin kebobrokan zaman.

eh, atau jangan jangan mereka pelakunya?

saya mencoba menyelusuri pikiran saya yang sebenarnya lagi buntek banget pasca ulangan.

apakah anak anak di negara darurat juga begitu?

PALESTINA. saya menemukan hal itu di pikiran saya. mereka berperang, mereka melawan dan mereka yakin akan menang.
mereka pasti akan menempati lagi tanah tanah mereka yang mulai hilang sedikit demi sedikit di peta dunia.

bagaimana dengan anak anak mereka?

ternyata di negeri yang pernah dihujani fosfor putih tersebut anak anaknya lebih mulia.
ketika kita bertanya mimpinya, mereka dengan tegas pasti akan menjawab, mati syahid, atau mengusir israel laknat, atau jawaban hebat lainnya yang bahkan tidak pernah terpikirkan oleh saya.

anak anak itu sama, tapi beda.
sama sama seorang bocah, tapi dengan jiwa jiwa yang beda. seperti jiwa ksatria dan jiwa pengecut.
anak anak palestina menghapal AlQuran dan terus mempersiapkan diri untuk meraih mimpinya. seakan akan seluruh takdir ada di tangan mereka.
anak anak indonesia hanya bisa mengutuki malaysia tanpa mencintai indonesia, menyumpal telinga mereka dengan musik musik, dan mimpinya hanya agar dapat hidup enak, tenar dan bahagia apapun caranya. keindividualistisan yang nyata.

orangtua orangtua di palestina menyuapi mereka dengan budi pekerti yang baik, dengan sifat kesatria yang bermartabat. satu nyawa anak mereka sangat berharga.
sebagian orangtua orangtua di indonesia menyuapi anaknya dengan kebobrokan moral, membiarkan anaknya kerasukan sifat nonpancasila. yang harusnya persatuan indonesia, malah tawuran sendiri2.
katanya sang saka merah putih jadi sang sakau meraih putaw
(pinjem istilah dr artikel yang sy lupa apa namanya).

mereka membuat anak, lalu membuangnya kedalam kardus kardus kecil. satu nyawa mati, takkan jadi arti.

palestina terlalu silau untuk kita bercermin.
akhirnya kita masing masing saja. biarlah anak indonesia begini dan palestina begitu.

Sahabat,
apakah kita harus dijajah lagi? atau digoyang sama gempa lagi? atau dilelepin lumpur lagi? atau diguyur tsunami lagi? atau dibom lagi? atau.. banyaklah atau-atau lainnya kalau kita mau berfikir.


ayo kawan, generasi kita sedang butuh perbaikan. so keep moving and fighting!

untuk anak anak bangsa, tetaplah berlari dengan arah yang pasti.

You Might Also Like

0 comments