بسم الله الرحمن الرحيم

herstory...

just another stories about girl who's trapped in me

cermin moral dari kaca langit

By 4:25 PM

"urus saja moralmu, urus saja akhlakmu.."
begitu kata iwan fals dalam lagunya. entah kenapa lagu itu jadi backsong pengiring jejak jejak kecil saya menuju rumah.
sepagian ini, dari jam 1 sampai jam 5, tidur saya tidak lelap. ada pikiran pikiran samar yang terekam dalam langit langit kamar yang mulai menguning. noda tampias air hujan, bocor.
berkali kali saya bangun, minum, tidur, belajar, tidur lagi, lalu semuanya bermuara pada langit langit kamar. lukisan bening itu bukan sebuah ide yang brilian dari sang jenius, atau sebuah pemikiran revolusioner yang bikin geger, hanya sebuah mimpi si gadis yang terjebak dalam insomnia akut lalu menyerah untuk memaksakan matanya tutup.
malam ini, atau dini hari ini, saya bukan satu satunya orang yang masih terbangun. saya tidak sendiri. tapi banyak 'insomniac' lain yang senasib tapi tidak senasib dengan saya. bingung? ayo kita lihat apa yang kira kira 'insomniacs' itu pikirkan.

saya berpikir tentang serentetan ujian ujian yang menentukan saya sampai 46 tahun ke depan (jika umur dipatok usia Rasulullah). lalu berkhayal tentang negeri seperti apa yang kelak saya huni. apakah negeri yang seperti gubuk reot-sekali-tiup-ambruk, atau negeri dimana keadilan dan kesejahteraan merata, tidak ada topeng bodoh penutup si keparat munafik tukang bohongin rakyat. lalu bakal seperti apa saya? apakah jadi orang yang meniup negara gubuk reot saya membuatnya makin hancur, atau membangun istana di duplikasi surga dunia-bangsa punya saya?

lalu kuli kuli malam di pasar juga berpikir diantara riuh jangkrik jangkrik pasar-mereka sengaja membuat dirinya insomnia. kalau tidak begitu, maka mereka harus rela bahwa hari ini tidak ada karbohidrat yang di glikolisis. mereka mungkin berpikir seberapa berat karung karung sayur yang harus digendongnya agar uang yang diperoleh lebih dari hari kemarin? 60 kilo? 100 kilo? saya serius. ada manusia malam yang rela memikul berpuluh kilo sayuran demi makanan. mereka tidak hanya pria berotot, tapi juga kaumku, wanita wanita kuat yang rela bekerja untuk survive dengan cara yang halal. mungkin mereka juga berkhayal tentang sebuah keajaiban yang tiba tiba datang, walaupun zaman sekarang, hal itu mustahil. dan mereka tau itu mustahil. mimpi yang terlalu sulit, membuat sakit.

lalu, 'antek antek voc masa kini' demikian salah satu guruku menyebut para pekerja di perusahaan asing atau multinasional, mungkin berpikir tentang cara apa untuk mendapat bonus akhir tahun nanti. walau itu uang hanya nol koma nol nol sekian persen dari keuntungan yang diberikannya-atas jerih payahnya-kepada negara penginvestasi. 'I dont care' kata mereka.

para pemuda yang suka nongkrong di jalan, begadang, berpikir tentang cewek mana lagi yang akan di taklukannya, atau cowok mana lagi yang akan menjadi musuhnya atau potongan rambut apa yang membuat kaum hawa histeris.

pelajar angkatan 2010 berpikir tentang bagaimana agar uan dibatalkan.

si pentolan sekolah berpikir untuk strategi tubir besok.

para koruptor berpikir tentang apa yang akan digondol besok buat anak istrinya. biadab ya?

namun aku mendengar, melihat dari kaca kaca langit, bahwa diantara kegetiran kegetiran tadi ada yang masih menangis, bersimpuh merasa kecil di jagatNya yang kelewat besar. bersyukur atas nafas yang masih gratis, dan bersabar atas roda peradaban yang semakin menggila menggilasnya. bahwa masih ada orang yang eling sama Tuhannya apapun yang terjadi.
mereka adalah orang orang pilihan yang sedikit. yang dapat memadamkan api neraka dengan tangis ketundukkan padaNya. mereka adalah 'insomniac-insomniac' yang paling jenius dibanding einstein, apalagi pikiran pikiran dodolku tadi.

saya tau sekarang apa yang harus saya lakukan untuk sukses. yaitu: urus moralku sendiri, dan kamu urus moralmu sendiri.
walaupun kata 'moral' dan 'pancasila' hilang dari nama pelajaran Kewarganegaraan (dulu PMP-pendidikan moral pancasila, PPKn-pendidikan pancasila dan kwn, lalu PKn-pendidikan kwn, sehingga hanya tinggal Kwn-kewarganegaraan) tapi bukan berarti moral dan akhlak kita juga terenggut dari sanubari kan? hei manusia, moral dan akhlak itu esensimu!

keep fighting for the better world :D

You Might Also Like

0 comments