بسم الله الرحمن الرحيم

herstory...

just another stories about girl who's trapped in me

tiang dan tepuk tangan

By 4:37 PM ,

hari ini, matahari masih gelap, ditambah dingin yang menyeruak serta udara lembap bekas kemarin hujan.
saya bangun di waktu sesenyap itu. harmoni subuh bernyanyi dengan bahasanya sendiri. hari ini 10 november, kalender dinding di kamar saya menunjukkan angka yang biasa saja, warnanya hitam, bukan warna merah. saya pikir kalender lain juga begitu. tidak ada tanda atau catatan kaki yang menjabarkan bahwa hari ini adalah hari yang penting untuk bangsa saya. Indonesia.
ya, hari ini hari pahlawan.
seperti biasanya, saya hanya sarapan segelas susu. lalu mandi dan ganti baju. warna baju kebanggaan saya. putih abu abu. lalu saya rangkai kepala saya dengan jilbab putih. dan memastikan hari ini akan berjalan mulus tanpa ada sesuatu yang tertinggal.
udara sangat bersahabat hari ini, seakan mereka ikut larut dalam suasana 10 november.
tidak ada yang spesial dari 10 november. toh roda roda angkutan tetap berputar kencang menuju sma saya, tidak ada euphoria apapun. seperti biasa.

hanya ada sedikit fluktuasi untuk hari ini. jam pertama sma saya melakukan upacara dahulu.
tidak ada yang berbeda dari upacara itu. hambar dan basi.
semua peserta ribut. berbicara tentang apapun mengisi suasana. sampai pada saat pengibaran bendera.

bendera dikibarkan oleh paskibra 47, dengan formasi hampir mirip dengan paskibra di smp saya, hentakan kaki, senyum tipis dan wajah-wajah nasionalis (entah palsu atau tidak).
lagu yang pernah diiringi gesekan biola oleh wage rudolf supratman dinyanyikan sampai habis. bendera mencapai puncak tertingginya dengan selamat. tapi ups...
bendera merosot sedikit.. sedikit lagi..
tiba tiba riuh rendah itu mencapai titik minimum. hampir seluruh peserta kaget dan bingung. bendera terus merosot lambat. bukan hanya sesenti dua senti. tapi setengah tiang.
seperti dipukul dengan godam terbesar, detak jantung saya hancur, tidak lagi memiliki ritme ritme yang selaras. mulut saya terkatup, tergugu.

ini sebuah teguran, sahabat.

teman halusinasiku membisikan aku kata kata ajaib itu.
bahwa bangsa ini sedang meradang.
anak bangsa yang semakin hilang.
mereka hanya sebentar terpana oleh pemandangan asing itu, lalu, ya sudah, mereka lanjutkan lagi merumpi ria.

satu hal yang paling membuat saya prihatin adalah suara tepuk tangan.
tepuk tangan yang sangat nyaring ketika pembina upacara selesai berkhutbah, lalu tepuk tangan yang sangat riang ketika vokal grup selesai menyanyikan lagu wajib nasional.

tepuk tangan di bawah bendera setengah tiang.

ketika saya ungkapkan kekecewaan itu pada teman saya, ia hanya bilang "emang ngga boleh ya? terus kita harus sendu gitu?"

silahkan saja memamerkan bahwa kau tahu sebuah quote dari mantan presiden negeri paman sam "jangan tanyakan apa yang akan negara berikan untuk kita, tapi tanyakan apa yang akan kita berikan untuk negara"
tapi sesungguhnya kau tidak memberikan apa apa.
hanya riuh tepuk tangan,

tapi di depan bendera setengah tiang.

You Might Also Like

0 comments