بسم الله الرحمن الرحيم

herstory...

just another stories about girl who's trapped in me

anger, siapapun bisa marah

By 11:44 PM , ,

setiap orang bisa marah.
ada yang mengekspresikannya, ada yang menyimpannya, ada yang membaginya, dan ada yang mengkombinasikan ketiga cara tadi.

marah adalah sesuatu hal yang biasa dari kehidupan, ketika bagian hidup kita disenggol, katanya ibarat membangunkan macan tidur.
sedikit curhat (jie aw aw) saya bukan orang yang senang mengumbar masalah dan kemarahan. cukup biarkan mereka mengendap dan terfermentasi di hati. enak untuk orang, ga enak untuk saya.
serius, nggak enak. karena hal itu bisa menjadi bumerang bagi saya ketika semuanya sudah melebihi batas kewajaran(dalam ukuran saya tentunya), maka "aku seperti bom atom yang siap meledak" (gutawa's song-dijitak pembaca)

seperti kemarin, ketika kawan kawan saya di ganggu sama si dia, anggap saja namanya tomat. saya emang sedang menjauhi tomat karena berbagai alasan yang saya anggap syar'i, setelah kita udah bilangin tapi ga mempan, kira2 begitu. ada kelakuan yang kurang baik dari tomat yg saya dan kawan2 nggak seneng. akhirnya saya bilangin, jangan gini lho jangan gitu lho, tapi ternyata tomat bandel, mbeler istilah orang jawanya. malah ngajakin debat, watak kali ya.
banyak kata2nya yang tidak menghargai saya sebagai akhwat.
saat saya ngebilangin gitu, dia malah sms temen saya "asiik, lagi diperhatiin sm ukhti riz" saya masih ingat bagaimana teman saya menyampaikan hal itu. saya malu.

saya akhirnya memilih menjauh, kendatipun demikian walaupun adanya, halah, kabar kabar tomat masih nyampe ke kuping saya. sesuatu yang bikin muak. tapi lama lama biasa aja ah. respon saya hanya senyum, berdoa semoga tomat dikasih hidayah.

sampai akhirnya di status sebuah jejaring sosial yang lagi tenar nih ceritanya, beliau menulis sesuatu yang akhirnya nyampe ke telinga saya, walaupun bukan 'korban' yang dirugikan di status itu (kebetulan udah gw remove tu orang, soalnya saya orangnya simpel, ga mau cari gara2 atau masalah, sampe sekarang kaka2 organisasi yg sempet kena masalah yg merepet merepet saya ngga pernah saya add :p maaf yee. bukan menjauhi, hanya langkah menidurkan amarah saya.)
waktu itu sahabat saya terusik, siapa yang ga akan marah jika sahabatnya dilecehkan? dibuat nama binatang, pake acara ngandang ngandangin. njodoh njodohin?! he is not a good thinker kali ya. asal cari sensasi fufu. lagi dan lagi, mungkin hobi, dia ngeles thd apa yang ada di status. kontan saya marah, dan nitip salam pengecut buat dia, beraninya lewat status! ada tindakan lebih gila, saya nunggu di tangga, mau saya maki maki (ngga enak deh bahasanya) mau saya bilangin, marahin si tomat, bodo deh apa kata orang. he beyond the limit. he is a bit loser, who using an ikhwan mask. kira kira itu yang mau saya sampaikan.

Alhamdulillah, Allah masih melindungi saya dari amarah. (walaupun tadi pas ketemu mau saya panggil tuh orang, tapi udah basi ah, enek)
silahkan tomat mau ngadu sama siapapun, bahkan ibunya. tapi ya akhirnya disini saya cuma diam, mungkin yang terbaik emang diam aja, biar kami kami aja yang tau. cuma salam pengecut yang terlanjur saya sampaikan, tapi yaudah, biar sadar aja orangnya. dia sakit, saya juga, kami juga. 5 lawan 1, saya menyakiti 1 orang, dia 5 orang. kalau tiba tiba ada pemeran tambahan, itu bukan ulah kami lagi.
karena orang yang punya hati ngga bakalan bertindak nyakitin begitu kan?

pada kesimpulannya marah, kemarahan, membuat orang sakit, bukan pada fisik tapi perasaan. sakitnya ngga hilang, kecuali dia punya sistem antibodi yang bisa mengheal sakitnya sendiri.

mulut saya menyatakan perang, tapi insyaAllah hati saya tetap damai kok hehe.
jangan menyimpan dendam. sabar. dan syukur. tiga keyword yang saya pegang.



speechless lah saya.

You Might Also Like

0 comments