بسم الله الرحمن الرحيم

herstory...

just another stories about girl who's trapped in me

Tentang hidup yang menyebalkan

By 9:37 PM

Life sucks, and then you die. Yeah, I should be so lucky.
Jacob Black- Breaking Dawn

Waktu itu, ketika saya kelas XI atau XII, saya pernah terheran-heran melihat teman saya membaca novel yang tebelnya masyaAllah. Mereka membaca twilight saga hampir disetiap waktu senggang. Ketika bel istirahat, ketika jam kosong dan tidak ada guru, pokoknya ada saja waktu yang bisa dimanfaatkan membaca buku itu. Mereka seperti terseret ke dunia lain, sebuah dunia di novel itu.

Karena itu tidak menganggu saya, jadi nggak masalah. Saya tidak tertarik untuk membacanya. Novel tertebal yang pernah saya baca waktu itu adalah KCB, dan bahkan saya tidak membaca satu pun buku Harry Potter. Sekali lagi, tidak tertarik.

Lalu ketika UN selesai, saya sangat stress. Mungkin seperti truk yang kelebihan beban, yang harus maju pada jalanan menanjak—ini ibaratnya tes-tes PTN.

Dunia di otak saya di dominasi oleh hal-hal ilmiah, seperti: rumus, angka, alkali tanah, postulat Einstein, dan bahasa latin. Hal itu sebenarnya menyenangkan, bahwa kau tau mengapa ini terjadi dan itu terjadi, berdasarkan alasan yang logis—bukan magis. Saat tahu bahwa pertamax itu berbahaya, lalu kenapa kotoran hewan bisa dibuat menjadi biogas, lalu kenapa kita menjadi lebih muda ketika terbang dengan kecepatan cahaya. Semuanya menyenangkan, walaupun pada awalnya terlihat rumit, berbelit-belit, dan tidak penting.

Saya membutuhkan dunia baru di otak saya, yang bisa makar dan untuk sementara menjadikan dunia ilmiah itu menjadi minoritas. Entah berhubungan atau tidak, tapi kepala saya sakit kalau belajar dalam jangka waktu cukup lama—biasanya tidak pernah terjadi. Saya butuh sesuatu!

Tanin? No. Caffein? No. Nicotine? BIG NO.

Kemudian saya teringat novel-novel teman saya itu. Sepertinya ide yang bagus. So, saya minjem.
Ceritanya keren (bukan berarti saya penggila twilight ini ya), membuat sebuah persepsi baru bahwa vampire itu cool. Kayak mencuci pikiran orang yang membacanya, that’s actually great! Brain washing. Hahaha.
Tentu saja saya TIDAK MEMBACA semua bagian. Saya longkap bagian cerita yang aneh, a part of story which makes me feeling guilty somehow. Like I don't deserve to read it because I was under the age of 17th.
Tenang, kita tidak akan membahas tentang novel itu, ngapain banget?! Itu cuma selingan.

Saya akan membahas tentang quotenya.
Hidup menyebalkan lalu kau mati.
Andai aku seberuntung itu.

wow. itu sangat simpel dan to the point. dan mungkin-tidak begitu-masuk akal
bayangkan, saat-saat hidupmu sangat menyebalkan dan kau benci terhadap diri sendiri karena suatu hal yang memalukan atau tidak sesuai dugaan.
berhari-hari kepalamu seperti ditunggangi panda raksasa. pikiran menyebalkan itu selalu ada. seperti film yang diputar di depan mata dan jatuh sangat tepat di retina.
Bahkan ketika sedang menutup mata.
rasa sebal itu mengalir begitu saja, menyelimutimu. panas.

dan kau malu, tidak ingin bertemu siapapun.
lalu kau mati.
how beautiful!

nggak begitu indah juga sih, kalau tiba-tiba setelah mati, rasa panas yang lebih-lebih lagi membakarmu, dan saat membuka mata kau berada di lautan api.
bukan bandung, tapi neraka.

yang jelas, pasti seseorang pernah merasa lebih-baik-aku-mati-saja.
agak-agak ngaco memang.

tapi saya juga pernah merasa begitu, (doesn't mean im gonna do a suicidal thingy)
tapi kemudian saya sadar bahwa peran saya belum selesai, dan apa saya mau mati sekarang?
ya dan tidak.

atau option lainnya, hidup menyebalkan, lalu kita diteleportasikan ke planet lain.
lalu kembali saat kita merindukan kehidupan yang menyebalkan itu.
kedengarannya ide bagus.

yeah, manusia hanya bisa berandai-andai dan spik-spik kayak yang sedang saya lakukan. tapi kodratnya,

Life sucks, and then it just goes on.
how lucky i am.


betapa beruntungnya saya, karena nanti semua yang menyebalkan akan indah pada akhirnya.
it will always be a happy ending, i believe that.

You Might Also Like

0 comments