بسم الله الرحمن الرحيم

herstory...

just another stories about girl who's trapped in me

DINAMIKA 2010, Mengabdi Pada Negeri

By 10:12 AM ,


Mengabdi pada negeri, berjuang demi raih prestasi.
Meski kaki menginjak bumi, namun angan ini menggantung tinggi.

Begitu kata lagu theme song DINAMIKA, Studi Perdana Memasuki Kampus 2010. Emang kegayaan banget sih nih, ospek aja pake ada theme songnya segala haha. Walaupun lagunya—atau penyanyinya yang kata temen saya sok-sokan kayak vidi aldiano—agak aneh, tapi makna liriknya dalem, kalo kita mau merenunginya. Kalo kalian mau iseng-iseng dengar, bisa googling aja, judulnya madani, mudah-mudahan ke search. But I’m not recommending you, I just gen you up.

Jadi dari tanggal 20 September 2010, saya memulai kegiatan kampus saya.

Senin, 20 September, saya daftar ulang. Acara dimulai jam 9, kenyataannya sekitar jam 10 kurang sekian, dan saya datang jam setengah 8 kurang. Temen yang saya kenal datang lebih awal, dia dapet nomor urut 5 dan saya… 143. Ditempat daftar ulang saya kenalan sama beberapa orang, tapi yang saya ingat Nurma, Pipit, dan yang menjadi teman sekelas saya Tiwi dan Lia, semuanya dari Jogja (jadi inget Ayu). Saya kebagian daftar ulang sehabis dzuhur, kebetulan saking sksd(sok kenal sok dekat)nya, saya shalat di kosan Lia di bilangan Pondok Jaya, Bintaro, padahal baru kenal hari itu cobaaaa. Daftar ulang berjalan lancar, saya resmi jadi Mahasiswi Baru Sekolah Tinggi Akuntansi Negara sebelum adzan ashar.

Sabtu, 25 September, gathering awal maba STAN. Disana seluruh maba-miba (oke, disana mahasiswi baru disingkat miba) melakukan gladi kotor untuk upacara penyambutan hari Senin. Terus dibagiin kelompok dimana cewek cowok dipisah. Saya dapet kelompok 105, yang anehnya sama temen yang saya kenal itu, haha jodoh banget. Mentornya namanya Kak Dian Suci Lestari, cantik, jilbabnya lebar. Hari itu kita juga disuruh bawa barang-barang untuk besok, Pra Dinamika, yaa anggaplah pra ospek. Kelompok saya jumlahnya 18 orang.

Ahad, 26 September, Pra Dinamika. Hari itu, lagi-lagi saya tampil monokrom, tambah aneh dengan peci paskibra, dasi hitam, dan sneakers. Saya nggak mau certain gimana hari itu berlangsung, biar teman-teman yang nyasar di blog ini dan mau masuk STAN penasaran. Resume hari itu: main ke kosan temen, capek, pulang malem, harus pulang pagi untuk besok nonton headline news jam 4.

Senin, Selasa, Rabu, 27-28 September, Dinamika Lembaga. Jadi Dinamika tuh dibagi dua, yang dari lembaga sama dari BEM. 3 hari itu rasanya sebagai penyelamat, tidak ada peci dan peralatan konyol lainnya, hanya ada kuliah umum dari dosen-dosen. Dan hebatnyaaa mereka kebanyakan lulusan luar negeri! InsyaAllah cerdas akal sama hatinya. Salut. Memotivasi. Dan yay,hari bersantai sebelum Dinamika yang sesungguhnya.

Kamis, 29 September, the real dinamika day one. SIAL. Hari itu saya lagi nggak shalat, jadinya nggak bawa mukena. Karena peralatan shalat termasuk yang wajib dibawa, saya dihukum. Nama saya menggema *lebay* di gedung G (aula, semacam balairung di UI gitu deh, but of course, smaller) pas dibacain siapa-siapa aja yang melakukan pelanggaran hari itu. Alhasil, saya dihukum. Menulis ulang AD ART Keluarga Mahasiswa STAN, in English. Hurray for that -_-* Dan oke, hari itu saya pulang malam karena emang ada tugas kelompok dan akhirnya tidak tidur untuk nulis tuh AD ART di bahasa Inggris. A very great night for the insomniac like me.

Jum’at, 1 Oktober, the real dinamika day two. Hari yang monoton dengan dandanan yang monokrom. Saya lupa detailnya. Yang saya ingat adalah saya nggak dihukum. Titik.

Sabtu, 2 Oktober, a joy day. Kenapa? Hari ini nggak ada Dinamika, adanya reuni akbar. There’s bunch of things to do, though, but still I had a great day spent in my friend’s room, with 18 of us.

Minggu, 3 Oktober, the real dinamika day three, the last day. Akhirnya hari terakhir. Ini adalah ospek terindah *jeger* yang pernah saya jalani, bahkan tidak pernah saya dengar ada ospek yang seperti ini. Kami jadi tau semua tugas yang kami buat tidak sia-sia. Terus kakak Peneva—kalo di SMA 47 itu tatib, pokoknya yang seksi kedisiplinan dan tukang marah-marah—keren bangeeet! Mereka punya tujuan, mereka mengemas dinamika dengan sangat baik. Mereka punya misi. Nggak cuma ospek yang bentak sana-bentak sini hanya untuk tes mental, nggak berisi. Sumpah, saya nggak bakal ngelupain dinamika! It’s cool!! Dan akhirnya saat penutupan saya bisa berteriak, Hidup Mahasiswa!

Senin, 4 Oktober ‘till present, kuliah time! Dan akhirnya saya kuliah…
Disamping keinginan saya yang menggebu-gebu untuk jadi Peneva di dinamika 2011 atau 2012 atau 2013, saya juga belajar mengenai hal yang sama sekali baru, tentang dunia sosial. Dunia yang nggak pernah saya sentuh selama SMA, kecuali saat kelas 10 dan pelajaran sejarah yang emang wajib buat anak IPA. Kaget, shock, gilaaaaa. Nggak ada F = ma, no free fall motions, no velocities, yang ada ferocity zz. Pokoknya saya yang nggak pernah tau tentang saham, dividen, dan semua tentang ekonomi mikro dan makro harus tegar menghadapi istilah itu. Belum lagi mata kuliah hukum, akuntansi dan lainnya. It’s crazy. It’s hardly possible for me to learn it that fast, and it’s nearly impossible for me to memorize everything at those pile of books.

But it’s challenging.

Dan itu bukan saya kalau tidak bisa menaklukan tantangan.
Lagipula saya sudah berjanji untuk mengabdi pada negeri. Menjadi birokrat yang baik demi nasib rakyat. Saya sekolah memakai uang rakyat, dan ketika saya menyerah, berarti saya menyerah memperjuangkan nasib rakyat.

I’m not that weak, hey social world!

You Might Also Like

0 comments