بسم الله الرحمن الرحيم

herstory...

just another stories about girl who's trapped in me

Iklan

By 4:15 PM

Semenjak direkomendasikan membaca blognya Ikram Putra yang cukup menghibur, kemudian memata-matai blog orang-orang jurnalistik, entah kenapa hidup saya jadi nggak tenang.

Dulu oleh Pak Andreas pas pelatihan menulis opini (walau akhirnya, di awal acara dia melarang peserta menulis opini guna meminimalisasi kesesatan opini publik yang diakibatkan oleh opini/tulisan kita), pernah dikasih tau bahwa ada banyak kekurangan dalam media pemberitaan nasional--cetak maupun teve, seperti salah ketik (seperti penggunaan kata famplet dalam sebuah media online--seharusnya pamflet, ketidaksinkronan pemakaian kata--contoh pemakaian Pipanisasi dan Pemipaan pada kompas, lebih jauh baca di blognya Ikram), salah fakta, salah logika, dsb.

Saya tertawa sendiri ketika membaca ulasan tentang penyampaian berita oleh reporter tvone pada saat heboh-hebohnya kasus Amrozi. Di ulasan tersebut disebutkan kalau pada saat melaporkan, reporter tersebut memakai diksi yang ajaib. Bahwa Amrozi telah sampai di rumahnya dalam bentuk jenazah. Hm, jadi penasaran manusia itu bisa berbentuk apa aja.

Saya tipikal orang yang iya-iya aja sih sebenernya, dan tidak memperbesar masalah yang ecek-ecek, yang manusiawi. Tapi ya itu tadi, semenjak baca blog mereka, hidup saya jadi ribet. Misalnya, ketika baca buku dan nemu ada salah ketik rasanya sebel banget. Meski hanya sekedar spasi. Contoh, pada novel yang saya baca, terdapat kata di tembak--seharusnya ditembak, tanpa spasi. Semenjak menemukan kesalahan itu, saya jadi terus-terusan mencari kesalahan pada buku tersebut, bukan menikmati ceritanya. Ngeselin kan.

Kembali ke judul, belakangan ini juga saya jadi sering kesel sendiri gara-gara iklan.

Iklan so nice misalnya, dengan slogan SMS, Sahur Makan Sonice yang ngespam pas buka puasa. Kenapa iklan yang waktunya seharusnya pas Sahur itu diiklanin pas buka? Ini yang masang iklan emang lagi ngigo atau mati ide? Kenapa ngga iklannya BPS, Buka Pake Sonice, atau MMS--Maghrib Makan Sonice. Kenapa harus SMS? Kenapa ngiklanin orang makan sahur tapi pas buka puasa? Apakah mau merubah trend dengan menyebut buka puasa itu menjadi sahur? Atau kehilangan orientasi waktu gara-gara pake kalender timbuktu?

Itu ngga penting ya kan, tapi saya suka ngomel sendiri. Hehe.

Selain itu ada lagi, misalnya iklan Teh Pucuk Harum *cmiiw* Emang sih tehnya diambil dari pucuk, tapi pucuk teh yang ada uletnya. Kan dipertanyakan itu kualitasnya. Bagaimanapun sekalinya udah diuletin, pasti rusak semua deh kayaknya sampe ke ujung-ujung. Kenapa iklannya nggak gini, ulet itu lagi makan pucuk, terus pas mau pindah--loncat gaya belatung--ke pucuk pohon teh sebelahnya, uletnya jatoh karena pucuknya keburu diambil sama petani. Jadi pucuk teh diambil di tanaman teh yang tanpa ulet.

Ada lagi iklan sirup ABC, ini mungkin udah pada tau semua kayaknya. Jadinya disitu dibilangin kalau satu botol sirup bisa untuk 21 gelas. Terus ada dialog begini
"Ibuu tamunya ada 21."
"Tenang, sirup ABC kan bla bla bla."
Mari kita berlogika, kalau tamunya 21, ditambah tuan rumahnya 2 orang, berarti ada 23 orang yang dikasih minum. Sedangkan di akhir iklan, dua orang tuan rumah juga ikut minum di barisan paling keliatan di teve.
Berarti ada dua kemungkinan, kalau ngga 2 orang tamunya cuma dikasih air putih, ya paling mereka diusir.


Coba, ngga tenang banget kan hidup saya begituan aja dipermasalahin -,-


Note: CMIIW bukan semacam semacam suara yang menyerupai "uyee" atau "ahuuy" atau "unyuu", tapi merupakan singkatan dari correct me if i'm wrong. Lagi-lagi, saya suka terganggu dengan orang yang menambahkan "cmiiiiiiiiiiiiiw" (dengan i dan w yang boros) di komentarnya/tulisannya seolah-olah itu salah satu bunyi-bunyian trend 2011.

Hah, apa yang saya kritisi benar-benar ngga penting ya?

You Might Also Like

1 comments

  1. ki...seriusan baru tahu kalo cmiiw itu correct me if i'm wrong. hehehe...padahal udah lama yaaa.

    ReplyDelete