بسم الله الرحمن الرحيم

herstory...

just another stories about girl who's trapped in me

Pak JK dan Nasihat tentang Rahmat Allah...

By 8:34 PM

Baru scrolling newsfeed dan langsung sedih.

Karena di pekan-pekan setelah pemberitaan Tolikara meredup, masih ada teman muslim/muslimah yang membagi gambar yang mengolok-olok Pak JK dengan speakernya. Nge-share-nya dari akun/page Facebook yang namanya ada "Dakwah"nya lagi.

Kenapa sih harus nyinyir? Kenapa harus pakai menbandingkan antara Erdogan atau siapa pun dengan Pak JK dengan bahasa yang ga enak? Di awal-awal, satire tersebut mungkin bisa jadi senjata untuk mengkritik. Senjata yang brilian. Tapi ketika (setahu saya) Pak JK sudah meralat pendapatnya, terus meme-meme satire itu masih muncul, meme itu jadi ngga lucu dan ngga bikin orang berpikir lagi. Serius. Ngga lucu. Ngga cerdas. Cenderung ngebully.

Padahal yah, pada zamannya, pendapat-pendapat Pak JK terhadap Islam reliable banget. Dan janganlah kita membuat Pak JK menyesal dengan sikapnya dulu karena orang-orang yang (dulu) sekufu/sependapat dengannya ternyata kumpulan tukang bully terhadap yang ngga sependapat. 

Tukang bully, bukan tukang menasihati.

Kita doakan saja. Kita doakan saja. Kita kritik pada hal-hal yang substantif.

Aku pun ngga suka sama pemerintahan ini. Kerja di tempat yang bikin saya tahu lingkaran-lingkaran pertama negara lagi pada ngerjain apa, atau minta apa, atau ribut kenapa, bikin saya benar-benar ngga suka. Mau nangis.

Tapi bukan berarti saya harus ngebully-bully RI 1 dan 2 pada hal-hal yang ngga substantif dong.

Jadi teringat sebuah nasihat: “Jangan melihat dengan pandangan meremehkan terhadap orang yang tersesat di jalan-Nya. Kalaulah bukan karena rahmat Allah pasti diri kita lah yang berada di posisinya.”

Kalau bukan karena rahmat Allah, mungkin kita lebih buruk dari yang kita olok-olok....



***

Ditulis 2 Agustus 2015, tapi baru di-post.

You Might Also Like

0 comments